Menteri Kesehatan, Nila F Moeloek Lantik Dr. Hasto Hardoyo sebagai Kepala BKKBN.

Tabloidcitra.com. Jakarta. Menteri Kesehatan Nila F. Muluk melantik dr. H. Hasto Wardoyo. Sp.OG(K) sebagai Kepala BKKBN. RI, di Ruang Auditorium Graha Kencana BKKBN Senen (1/7).

Menteri Kesehatan Nila Moeloek mengatakan masalah demografi saat ini menjadi salah satu tantangan Kepala  BKKBN yang baru dilantik Hasto Wardoyo.

Nila mengatakan, masalah demografi bukan hanya di Indonesia juga terjadi di beberapa negara. Misalnya Tiongkok, di mana kebijakan satu anak saat ini sudah dicabut untuk mencegah piramida penduduk terbalik.

“Seperti di Eropa, di Jepang, saat ini lebih banyak lansia daripada usia produktif. Itu menjadi masalah bagi negaranya,” kata Nila  usai pelantikan Kepala BKKBN Hasto Wardoyo di Jakarta

“Ini barangkali tugas BKKBN  harus menghitung dengan tepat. Supaya gambaran piramidanya lebih tepat,”  Hal ini agar nantinya,   penduduk usia produktif bisa ikut menanggung dan membantu usia tidak produktif seperti lansia dan anak-anak kata Nila.

Dalam konferensi pers, Hasto mengatakan, fokus BKKBN ke depan adalah cara menghadapi bonus demografi. Hasto menjelaskan saat ini, satu penduduk yang tidak produktif ditanggung oleh dua orang produktif.

“Tapi ingat, penduduk produktif itu identik dengan penduduk yang konsumtif. Dia bisa jadi berkah bisa jadi musibah, karena itu saya kira fokusnya di situ,” kata Hasto.

Selanjutnya  Hasto mengatakan penduduk usia produktif bisa bekerja sama dengan pemerintah agar tidak menjadi beban pembangunan dan menjadi aset.

“Sebetulnya yang paling strategis untuk disentuh adalah mereka yang  ingin tidak hamil, tapi tidak menggunakan kontrasepsi. Ini kan miris ya. Kalau kita bisa menyentuh itu serendah mungkin bagus sekali,”  jelasnya.

Sekretaris Utama BKKBN Nofrijal menyampaikan sejumlah pekerjaan sudah menunggu dr, Hasto sebagai Kepala BKKBN, dilingkup Internal ada beberapa posisi jabatan madya & eselon 2 yang harus segera diisi. Selain itu ada juga sekitar 1000 pegawai negeri sipil (PNS) lingkungan BKKBN yang belum mendapat surat pengangkatan lantaran kosong kursi kepala Instansi tersebut.

Kita sudah 1,5 tahun tidak punya kepala BKKBN, tentunya ada pembenah2an yang harus dilakukan luar dalam kata Nofrijal.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

www.000webhost.com