MayJenTNI (Purn.) Soenarko (mantan Panglima Komando daerah Militer Iskandar Muda dituduh Makar.

Tabloidcitra.com. Jakarta. Advokat Senopati-08 selaku Kuasa Hukum Mayor Jenderal TNI (Purn.) Soenarko (mantan Panglima Komando Daerah Militer Iskandar Muda, Juli 2008 – Oktober 2009)*,  mengadakan konferensi pers untuk menyampaikan pernyataan atau informasi, dan membantah isu tentang berita miring,   yang tersandung oleh suatu kasus yang sangat merugikan nama baiknya selaku pribadi dan  mantan Komandan Jenderal Kopassus (2007-2008), yang memiliki keterkaitan dengan berita tentang kasus  dugaan penyelundupan senjata api,  dan kerusuhan pada tanggal 22 Mei 2019, sebagaimana yang diberitakan oleh media cetak, dan elektronik, serta online. Yang dilaksanakan di Ruang Kesatria Wira Yudha Lt. I,  Hotel Century Park (Hotel Atlit Senayan) Jl. Pintu Satu Senayan No.1, Gelora, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta – Jumat ( 31/05).

KPAA Ferry Firman Nurwahyu, S.H (Wakil Ketua Advokat Senopati-08) menegaskan bahwa, pemberitaan yang beredar adalah bentuk fitnah yang sangat keji demi membunuh karakter Pak Sunarko, tanpa didukung oleh bukti apapun.
“Kami prihatin dengan penangkapan purnawirawan TNI dan Polri karena mereka tidak mungkin melanggar sumpah TNI dan Polri. Kalau mereka berbeda pendapat seharusnya dijawab juga dengan pendapat,” tegasnya.

Firman juga tegaskan, bahwa tuduhan yang diarahkan kepada Mayjen TNI (Purn) Sunarko yang diberitakan secara luas di media massa adalah pernyataan yang tidak benar dan menyesatkan serta telah menimbulkan keresahan di masyarakat.
“Kami menghimbau kepada pers untuk menghormati prinsip praduga tidak bersalah,ujarnya.

Firman juga mengungkapkan, bahwa Mayjen TNI (Purn) Sunarko dengan ini membantah isu bahwa tidak pernah memasukkan senjata M16 A1 maupun M4 Carbine ke Indonesia. Mayjen TNI (Purn) Sunarko tidak pernah membuat senjata M16 A1 maupun M4 Carbine.
“Mayjen TNI (Purn) Sunarko tidak pernah menerima senjata M16 A1 maupun M4 Carbine. Mayjen TNI (Purn) Sunarko tidak pernah menyimpan senjata M16 A1 maupun M4 Carbine. Mayjen TNI (Purn) Sunarko tidak pernah menyembunyikan senjata M16 A1 maupun M4 Carbine. Mayjen TNI (Purn) Sunarko tidak pernah mengangkut senjata M16 A1 maupun M4 Carbine,”tambahnya.

Lebih lanjut, Firman juga menegaskan, Mayjen TNI (Purn) Sunarko tidak pernah melakukan, tidak pernah menyuruh melakukan, tidak turut serta melakukan perbuatan atau terlibat kericuhan dalam aksi massa pada 22-23 Mei 2019, sebagaimana dimaksud dalam surat dari Bareskrim Polri Direktorat Tipidum Nomor : B/98-5a. Subdit I/V/2019/Dit Tipidum, Perihal Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan tanggal 18 Mei 2019.
Dalam kesempatan yang sama, hadir Letnan Jenderal TNI (Purn.) Johannes Suryo Prabowo yang juga turut memperjelas hal yang sebenarnya. Dia katakan, bahwa Kami minta para media jangan mudah menuduh dengan mengutip statemen orang. Sepertinya media benci sekali dengan purnawirawan. Ini mirip dengan tahun 65. Sebelum menangkap para jenderal, dihembuskan isu Dewan Jenderal. Saya sakit hati dengan pemberitaan soal penangkapan Pak Sunarko.
“Tidak ada jenderal yang pengalaman tempurnya menyamai Pak Sunarko. Sekalipun Menkopolhukam, yang mungkin kakinya belum pernah berlumpur. Jadi tidak benar Pak Sunarko ditangkap di bandara, juga tidak benar Pak Sunarko menggunakan senjata rakitan.
“Jangan mudah menggunakan kata makar. Jangan sekali sekali menuduh kami tidak cinta merah putih. Pemberitaan mengenai Pak Sunarko jelas bukan hanya menyakiti hati keluarga Pak Sunarko dan menyakiti korps baret merah,” ungkapnya.

Sementara Mayor Jenderal TNI (Purn) Zacky Anwar Makarim yang turut hadir mengatakan, Saya hadir disini karena saya khawatir dengan keamanan Indonesia ke depan. Ada ribuan pensiunan Kopassus datang menyampaikan kerisauan mereka. Situasi ini tidak bagus. Kami menghargai jalur hukum yang ada. Pak Sunarko punya jasa sangat besar, mendapat pujian dari dunia Internasional.
“Jangan sampai kita mengalami perang saudara karena persoalan ini. Sekarang Pak Sunarko yang merupakan seorang patriot dituduh makar. Saya masih percaya dengan aparat penegak hukum kita agar klir masalahnya. Jangan sampai kita mengalami situasi yang dapat membubarkan NKRI,” ujarnya.

Selain itu hadir juga Kolonel Inf. (Purn) Drs. Sri Radjasa Chandra, MBA dan menyampaijan, bahwa Pak Sunarko dituduh melakukan penyelundupan senjata jenis M4 yang merupakan senjata sniper dan akan digunakan pada aksi 22 Mei 2019. Pak Sunarko tidak pernah sekalipun menghukum anak buahnya dengan kekerasan.
“Pak Narko tidak pernah memiliki senjata tersebut seperti yang dituduhkan Pak Wiranto, Pak Moeldoko dan Pak Tito.
Pak Sunarko tidak pernah menyelundupkan senjata. Senjata yang dikirim ke Jakarta bukan untuk 22 Mei 2019,” pungkasnya.

Kemudian Letjen TNI (Purn) Yayat Sudrajat (Mentan Sesmenkopolhukam)mengatakan, Saya tahu persis Pak Narko. Agak aneh kalau diberitakan Pak Narko mau makar dan menyelundupkan senjata. TNI itu disumpah siap mati untuk bangsa dan negara. Masa seorang Pak Narko dituduh menyelundupkan senjata untuk makar. Senjatanya hanya satu bagaimana mau makar? Senjatanya juga sudah kadaluarsa, dan dimodifikasi. Kami ini siap mati untuk bangsa dan negara. “Kami sangat marah mendengar Pak Narko dituduh makar. Ini hanya kepentingan politik. Kami tidak pernah melihat selama bertugas, pak Narko berbuat yang aneh-aneh. Kopassus itu lingkupnya sangat kecil, sehingga hubungan antara atasan dan bawahan sangat erat. Ini menyangkut harga diri Kopassus. Ini dagelan politik. Kalau Pak Narko seperti itu, leher saya taruhannya,” ujarnya.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

www.000webhost.com